Rabu, 12 Desember 2012

)


Indosat
PT Indosat Tbk
Indosat Logo.svg
Industri
Telekomunikasi
Didirikan
Kantor pusat
Kantor Pusat Jl. Medan Merdeka Barat 21 Jakarta 10110 Gambir,Jakarta PusatJakarta,Indonesia
Tokoh penting
Harry Sasongko, President Director & CEO[1]
Produk
Layanan Selular, Telepon Tetap dan MIDI (Multimedia, Komunikasi Data dan Internet)
Pendapatan
Rp10,05 triliun IDR (Semester 1 2011)
Situs web
www.indosat.com
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/e/e7/Gedung_Indosat.jpg/200px-Gedung_Indosat.jpg






Sejarah
Indosat didirikan pada tahun 1967 sebagai Perusahaan Modal Asing, dan memulai operasinya pada tahun 1969. Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Hingga sekarang, Indosat menyediakan layanan seluler, telekomunikasi internasional dan layanan satelit bagi penyelenggara layanan broadcasting.
PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) didirikan pada tahun 1993 di bawah pengawasan PT Indosat. Satelindo beroperasi pada tahun 1994 sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan Indosat menjadikannya sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang mengeluarkan kartu prabayar Mentari dan pascabayar Matrix.
Pada tanggal 19 Oktober 1994 Indosat mulai memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek di Indones]dan Amerika Serikat New York Stock Exchange.
Indosat merupakan perusahaan pertama yang menerapkan obligasi dengan konsep syariah pada tahun 2002. Setelah itu, pengimplementasian obligasi syariah Indosat mendapat peringkat AA+. Nilai emisi pada tahun 2002 sebesar Rp 175.000.000.000,00. dalam tenor lima tahun. Pada tahun 2005 nilai emisi obligasi syariah Indosat IV sebesar Rp 285.000.000.000,00. Setelah tahun 2002 penerapan obligasi syariah tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya.
Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, TELKOM tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia. Pada tahun 2001 Indosat mendirikan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) dan menjadi pelopor GPRS dan multimedia di Indonesia, dan pada tahun yang sama Indosat memegang kendali penuh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo).
Pada akhir tahun 2002 Pemerintah Indonesia menjual 41,94% saham Indosat ke Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd.. Dengan demikian, Indosat kembali menjadi PMA. Pada bulanNovember 2003 Indosat melakukan penggabungan usaha tiga anak perusahaannya (akuisisi) PT SatelindoPT IM3, dan Bimagraha, sehingga menjadi salah satu operator selular utama di Indonesia
Pada tanggal 1 Maret 2007 STT menjual kepemilikan saham Indosat sebesar 25% di Asia Holdings Pte. Ltd. ke Qatar Telecom.
Pada 31 Desember 2008, saham Indosat dimiliki oleh Qatar telecom Q.S.C. (Qtel) secara tidak langsung melalui Indonesia Communication Limited (ICLM) dan Indonesia Communications Pte Ltd (ICLS) sebesar 40,81%, sementara Pemerintah Republik Indonesia dan Publik memiliki masing-masing 14,29% dan 44,90%.
Pada tahun 2009 Qtel memiliki 65% saham Indosat melalui tender offer (memiliki tambahan 24,19% saham seri B dari publik).
Pada tanggal 25 mei 2011 di Ritz Carlton – Pacific Place, Jakarta, launching Indosat Mobile. 

Layanan
Berdasarkan data tahun 2009, Indosat menguasai 22,7% pasar operator telepon seluler GSM (yakni melalui Matrix, Mentari dan IM3). Indosat juga memberikan layanan BlackBerry Pascabayar/Prabayar serta layanan Broadband 3.5G untuk akses internet mobile berkecepatan

Jasa Selular dan Broadband 3.5G
§  IM3, Layanan selular pra-bayar yang terjangkau, dengan fleksibiltas isi ulang
§  Mentari, Layanan selular pra-bayar yang terjangkau untuk pengguna reguler
§  Matrix, Layanan selular pasca bayar
§  Matrix Auto, layanan selular pasca bayar yang dapat diisi ulang, kombinasi dari manfaat layanan pasca bayar dan pra-bayar
§  Indosat BlackBerry, Layanan selular pasca bayar/pra-bayar dan push-email global
§  Indosat 3.5G, Layanan akses internet mobile berkecepatan tinggi
§  i-Games, i-Ring, i-Go, i-Menu , Layanan nilai tambah untuk pengguna layanan selular dengan berbagai pilihan fitur

Jasa Telepon Tetap
§  StarOne (prabayar dan pascabayar), Layanan komunikasi tetap nirkabel dengan tarif pascabayar dan prabayar berbasis teknologi CDMA.
§  IDD 001, Layanan sambungan internasional langsung ke seluruh belahan dunia tanpa melalui operator (premium)
§  IDD 008, Layanan sambungan internasional langsung ke seluruh belahan dunia tanpa melalui operator (tarif hemat)
§  Indosat Flat Call 01016, Layanan hubungan internasional dengan tarif hemat ke semua negara berbasis Voice over Internet Protocol (VoIP)
§  Indosat Phone (iPhone), layanan telepon tetap domestik dan internasional berbasis kabel untuk komunikasi data, suara dan video dengan kualitas prima

Jasa MIDI (Multimedia, Komunikasi Data dan Internet)
Untuk kebutuhan korporasi yang lebih kompleks, Indosat menyediakan solusi total yang terintegrasi, sehingga seluruh kebutuhan perusahaan dalam berbagai kegiatan dapat terlayani. Layanan korporasi ini meliputi:
§  IPLC (International Private Leased Circuit) & DPLC (Domestic Private Leased Circuit), Layanan koneksi sirkit point to point
§  Frame Relay & ATM (Asynchronous Transfer Mode), fleksibilitas pengiriman data yang bersifat bursty
§  INP (Internet Network Provider), akses internet global
§  IDIA (Indosat Dedicated Internet Access), membuat jaringan pribadi melalui paket data
§  INIX (Indosat National Internet Exchange)
§  MPLS (Multi-Protocol Label SwitchingBased Services, layanan terbaru berbasis jaringan Metro Ethernet dengan teknologi MPLS
§  Satellite Services, solusi layanan broadcast nasional danm internasional
§  DRC (Disaster Recovery Center), Layanan keamanan data

Kantor Pelayanan Indosat
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/8/89/Indosat.jpg/200px-Indosat.jpg
http://bits.wikimedia.org/static-1.21wmf5/skins/common/images/magnify-clip.png
Kantor Indosat Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 39 Medan
Indosat yang bergerak dalam bidang telekomunikasi dan informasi di Indonesia memberikan kemudahan bagi para pelanggannya untuk pertanyaan seputar telekomunikasi (seluler, SLI, dll), pengaduan, panduan berlangganan, pembelian kartu perdana prabayar GSM/ CDMA/ kartu prabayar internet/ voucher isi ulang, dan/ atau pembayaran tagihan, dll langsung di tempat. Indosat menyediakan kantor pelayanan Indosat yaitu Galeri Indosat yang sudah banyak tersedia di hampir seluruh wilayah Indonesia. Galeri Indosat tersebar di berbagai regional di seluruh Indonesia, seperti regional Jabodetabek & Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali Nusra, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan dan Sulampapua.


Anak perusahaan
Anak perusahaan sekarang
§  PT  Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta)
§  PT Indosat Mega Media (Indosat M2)
Bekas anak perusahaan
Anak perusahaan yang telah dimerger
§  PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo)
§  PT Indosat Multimedia (Indosat M3)
§  PT Bimagraha Telekomindo (yang juga anak perusahaan Global Mediacom, dulu Bimantara Citra)

Anak perusahaan yang telah dilepas
§  PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) merupakan sebuah Perusahaan yang juga dimiliki oleh PT. Telekomunikasi Indonesia dan SingTelSingapura

Lain-lain
§  Lintasarta, layanan jaringan komunikasi data dan internet dedicated
§  Indosat M2, layanan internet, Wi-Fi, dan HotSpots


Galeri Logo
§  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/0/03/Indosat_Logo_%281967-2005%29.svg/120px-Indosat_Logo_%281967-2005%29.svg.png
Lambang Lama Indosat hingga 2005. Sejak 2005, lambang ini telah digantikan dengan logo baru Indosat yaitu Techno Flower
                                                                                                
§  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/3/3f/Indosat_Logo.svg/120px-Indosat_Logo.svg.png
Logo Indosat Techno Flower (2005-sekarang)

§  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/db/Logo_mentari_indosat.jpg/120px-Logo_mentari_indosat.jpg
Logo Mentari

§  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/c4/Logo_matrix_indosat.jpg/120px-Logo_matrix_indosat.jpg
Logo Matrix

§  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/7/7a/IM3_Logo.svg/120px-IM3_Logo.svg.png

Logo IM3

§  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/0/0c/Logo_starone.GIF/120px-Logo_starone.GIF
Logo StarOne



Rencana akuisisi StarOne oleh Telkom Indonesia
Menteri BUMN Dahlan Iskan, memberikan restu kepada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) untuk mengakuisisi unit usaha Fixed Wireless Access (FWA) StarOne milik PT Indosat Tbk untuk disinergikan dengan usaha sejenis Flexi.
Menurutnya, sejauh akuisisi tersebut bagus untuk kemajuan perseroan dan bisa dipertanggungjawabkan dan tidak ada masalah, silahkan. Beliau juga menambahkan bahwa Pemerintah tidak menyuruh dan tidak pula melarang. Sepanjang itu tujuannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan dapat dipertanggungjawabkan oleh manajemen. Dahlan juga mempersilahkan Telkom untuk menjalankan aksi korporasi yang bertujuan memacu pertumbuhan organiknya dan rencana akuisisi merupakan bagian dari aksi korporasi, sehingga diserahkan sepenuhnya kepada manajemen.
Executive GM Flexi Mas`ud Khamid, menambahkan jika nantinya Flexi dapat mengakuisisi StarOne diyakini akan memuluskan langkah Flexi bermain pada layanan mobile broadband.

Corporate Social Responsibility (CSR)

Sebagai bentuk komitmen Indosat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, Indosat telah melaksanakan berbagai progam yang kami harapkan dapat meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia untuk menjadi lebih baik.

Corporate Social Responsibility yang kami lakukan tidak terbatas hanya pada pengembangan dan peningkatan kualitas masyarakat pada umumnya, namun juga menyangkut tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Kepedulian terhadap pelanggan, pengembangan Sumber Daya Manusia, mengembangkan Green Environment serta memberikan dukungan dalam pengembangan komunitas dan lingkungan sosial. Setiap fungsi yang ada, saling melengkapi demi tercapainya CSR yang mampu memenuhi tujuan Indosat dalam menerapkan ISO 26000 di perusahaan.






Penerapan CSR Indosat mencakup 5 inisiatif, yang dilakukan secara berkesinambungan yaitu:

http://www.indosat.com/template/media/editor/category/csrindo(4).jpg




1.   Organizational Governance
Penerapan tata kelola Perusahaan terbaik termasuk mematuhi regulasi dan ketentuan yang berlaku, berlandaskan 5 prinsip: transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, interpendensi dan kesetaraan.

2.   Consumer Issues
Menyediakan dan mengembangkan produk dan jasa telekomunikasi yang memberikan manfaat luas bagi pemakainya, layanan yang transparan dan terpercaya.

3.   Labor Practices
Mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara Perusahaan dan karyawan serta pengembangan sistem, organisasi dan fasilitas pendukung sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Perusahaan.
4.   Environment
Mengembangkan budaya Peduli lingkungan termasuk upaya-upaya nyata untuk mengurangi penggunaan emisi karbon dalam kegiatan perusahaan.

5.   Community Involvement
Ikut mengembangkan kualitas hidup komunitas dalam hal kualitas pendidikan sekolah dan olahraga, kualitas kesehatan, serta ikut serta dalam mendukung kegiatan sosial komunitas termasuk bantuan saat bencana/musibah.


CSR Goal Indosat

Program CSR di tahun 2008 memiliki tema khusus “Indosat Cinta Indonesia”, yang kemudian pada tahun 2009, tema CSR Indosat berkembang menjadi “Satukan Cinta Negeri” sebagai bentuk refleksi komitmen dan tanggung jawab Indosat sebagai perusahaan di Indonesia yang Peduli atas kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, serta upayanya untuk senantiasa berkarya, memberikan manfaat, serta mengajak peran serta seluruh stakeholder untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik, yang merupakan terjemahan  dari keinginan   masyarakat pada umumnya untuk terlibat secara aktif dalam berbagai program sosial Indosat.




Risiko-Risiko yang berkaitan dengan Indonesia

Kami didirikan di Indonesia dan sebagian besar bisnis, aset dan pelanggan kami berada di Indonesia. Oleh karena itu, kondisi politik, ekonomi, hukum dan sosial di Indonesia di masa mendatang, serta tindakan-tindakan dan kebijakankebijakan tertentu yang mungkin, atau mungkin tidak diambil atau diadopsi oleh Pemerintah dapat memberikan dampak yang negatif bagi bisnis, keadaan keuangan, hasil
usaha dan prospek kami.Perubahan ekonomi dalam negeri, regional atau global dapat memberikan dampak negatif bagi bisnis kami.Krisis ekonomi yang mempengaruhi Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dari pertengahan tahun 1997 telah mempengaruhi Indonesia, antara lain, terjadinya depresiasi mata uang, pertumbuhan ekonomi yang negatif, tingkat suku bunga yang tinggi, kerusuhan sosial dan
perkembangan politik yang luar biasa. Keadaan-keadaan ini memberikan dampak yang sangat negatif bagi bisnis di Indonesia, termasuk memberikan dampak yang negatif bagi kualitas dan pertumbuhan basis pelanggan dan pemberian layanan kami, yang bergantung pada kesehatan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Selain itu, krisis ekonomi  telah mengakibatkan banyak perusahaan-perusahaan di
Indonesia tidak dapat memenuhi kewajiban hutangnya. Banyak perusahaan Indonesia yang masih belum benar benar pulih dari krisis ekonomi, dan masih dalam proses restrukturisasi hutang mereka atau terlibat dalam sengketa yang timbul sebagai akibat dari wanprestasi atas kewajiban
hutang tersebut. Pada awal 2008, krisis keuangan global yang sebagian dipicu oleh krisis  subprime mortgage  di Amerika Serikat telah menyebabkan runtuhnya beberapa lembaga keuangan
besar di negara tersebut dan dengan cepat berkembang menjadi krisis kredit global. Kegagalan bank di Amerika Serikat diikuti oleh kegagalan beberapa bank Eropa dan menurunnya indeks saham di berbagai bursa efek, dan rontoknya harga pasar saham dan komoditas di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Selain itu, sejak 2010, krisis hutang luar negeri di Eropa, telah menimbulkan perhatian mengenai kemampuan dari sejumlah negara Eropa, termasuk Yunani, Irlandia, Italia, Portugal dan Spanyol, untuk terus memenuhi kewajiban hutang luar negeri mereka. Kondisi-kondisi ini dapat meperburuk keadaan
ekonomi di Eropa dan seluruh dunia. Penurunan ekonomi dunia telah secara negatif mempengaruhi keadaan ekonomi Indonesia, yang mengakibatkan kemunduran dalam pertumbuhan ekonomi, menurunnya konsumsi rumah tangga dan melemahnya investasi yang diakibatkan hilangnya permintaan dari luar dan meningkatnya ketidakpastian dalam dunia ekonomi. Kondisi-kondisi ini telah dan mungkin terus berlangsung sehingga berdampak negatif bagi bisnis dan konsumen Indonesia, yang dapat mengakibatkan berkurangnya permintaan untuk jasa telekomunikasi.Gejolak harga minyak dan kemungkinan berkurangnya persediaan makanan dapat pula menyebabkan penurunan perekonomian di banyak negara, termasuk Indonesia. Penurunan tingkat perekonomian Indonesia dapat pula
menyebabkan timbulnya wanprestasi oleh para debiturdebitur Indonesia dan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kegiatan bisnis, kondisi keuangan dan hasil dari kegiatan operasional dan prospek kami. Pemerintah terus mengalami defisit fiskal dalam jumlah besar dan hutang luar negeri yang tinggi.  cadangan mata uang asing Pemerintah dalam jumlah yang rendah dan melemahnya sektor perbankan yang diakibatkan oleh tingginya kredit macet. Tingkat inflasi yang tinggi di Indonesia juga dapat menyebabkan berkurangnya jumlah pendapatan yang dibelanjakan oleh konsumen atau
menyebabkan berkurangnya daya beli konsumen, yang dapat mengurangi permintaan untuk jasa telekomunikasi, termasuk jasa kami.

 


Pencapaian Kinerja Perusahaan        

KINERJA PERUSAHAAN DI KUARTAL PERTAMA (Q1) 2010
Laba Bersih Melonjak 139,2% - Pelanggan Seluler Capai 39,1 Juta

 
Indosat baru saja mengumumkan beberapa ikhtisar penting atas hasil pencapaian operasional dan keuangan yang tidak diaudit untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2010. Laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.

Secara garis besar, beberapa indikator utama kinerja perusahaan untuk memberikan gambaran pencapaian perusahaan selama tiga bulan pertama di tahun 2010 antara lain adalah Pendapatan Usaha perusahaan sebesar Rp 4.730,9 milyar pada TW1-10, yang tumbuh sebesar Rp 114 milyar (TW1-09 Rp 4.616,9 milyar) atau 2,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan usaha juga didukung oleh penambahan pelanggan sebesar 17,6%, dari 33,3 juta di TW1-09 menjadi 39,1 juta di TW1-10. Saat ini Indosat terus berupaya menjaga pertumbuhan pendapatan usaha terkonsolidasi dengan memberikan pertumbuhan pada ketiga segmen bisnis yang meliputi seluler, MIDI (data tetap) dan telekomunikasi tetap (telepon tetap).

Pengumumkan ikhtisar utama tidak diaudit ini bersamaan dengan pengumuman oleh Qatar Telecom Q.S.C. (“Qtel”) sebagai Induk perusahaan Indosat atas hasil pencapaian untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2010. Sebagai pemegang saham mayoritas Indosat, Qtel mengkonsolidasikan hasil pencapaian Indosat secara menyeluruh dalam laporan keuangannya. Selain itu, Indosat juga sedang melakukan penelaahan terbatas atas laporan keuangan triwulan I 2010 yang diperkirakan akan selesai dan diumumkan hasilnya pada tanggal 10 Mei 2010. Indosat akan melaksanakan conference call dengan para analis dan investor pada minggu kedua bulan Mei.

Indosat akan terus melihat perbaikan yang berkelanjutan, baik dalam parameter operasional maupun dalam parameter keuangan pada kuartal pertama tahun 2010 dengan pertumbuhan yang kuat pada pendapatan usaha dan pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berlanjutnya pencapaian operasional dan keuangan dari bisnis Indosat merupakan bukti keberhasilan strategi yang berimbang.

Perusahaan memperoleh tambahan 5,98 juta pelanggan selular di TW1 2010 meskipun dinamika musiman yang biasanya menghambat kinerja pada setiap kuartal pertama tahun berjalan. Perusahaan melihat hal ini sebagai awal yang baik untuk Indosat dalam mengawali tahun, dan terus bekerja keras untuk memastikan Indosat memberikan nilai yang lebih baik untuk para pelanggan dan stakeholder perusahaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar