perusahaan indosat
Rabu, 12 Desember 2012
|
)
|
|
Indosat
PT Indosat Tbk |
|
|
Industri
|
Telekomunikasi
|
|
Didirikan
|
|
|
Kantor pusat
|
|
|
Tokoh penting
|
|
|
Produk
|
Layanan Selular,
Telepon Tetap dan MIDI (Multimedia, Komunikasi Data dan Internet)
|
|
Pendapatan
|
|
|
Situs web
|
www.indosat.com
|
Sejarah
Indosat didirikan
pada tahun 1967 sebagai Perusahaan Modal Asing, dan memulai operasinya
pada tahun 1969. Pada tahun 1980 Indosat
menjadi Badan Usaha
Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki
oleh Pemerintah Indonesia. Hingga sekarang, Indosat menyediakan layanan
seluler, telekomunikasi internasional dan layanan satelit bagi penyelenggara
layanan broadcasting.
PT Satelit Palapa
Indonesia (Satelindo) didirikan
pada tahun 1993 di bawah pengawasan PT Indosat. Satelindo beroperasi pada tahun
1994 sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan Indosat
menjadikannya sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang mengeluarkan kartu
prabayar Mentari dan
pascabayar Matrix.
Pada tanggal 19 Oktober 1994 Indosat
mulai memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek di Indones]dan
Amerika Serikat New York Stock
Exchange.
Indosat merupakan
perusahaan pertama yang menerapkan obligasi dengan konsep syariah pada tahun
2002. Setelah itu, pengimplementasian obligasi syariah Indosat mendapat
peringkat AA+. Nilai emisi pada tahun 2002 sebesar Rp 175.000.000.000,00. dalam
tenor lima tahun. Pada tahun 2005 nilai emisi obligasi syariah Indosat IV
sebesar Rp 285.000.000.000,00. Setelah tahun 2002 penerapan obligasi syariah
tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya.
Memasuki abad
ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi
dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, TELKOM tidak lagi memonopoli
telekomunikasi Indonesia. Pada tahun 2001 Indosat
mendirikan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) dan menjadi pelopor GPRS dan
multimedia di Indonesia, dan pada tahun yang sama Indosat memegang kendali
penuh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo).
Pada akhir
tahun 2002 Pemerintah Indonesia
menjual 41,94% saham Indosat ke Singapore
Technologies Telemedia Pte. Ltd.. Dengan demikian,
Indosat kembali menjadi PMA. Pada bulanNovember 2003 Indosat
melakukan penggabungan usaha tiga anak perusahaannya (akuisisi) PT Satelindo, PT
IM3, dan Bimagraha,
sehingga menjadi salah satu operator selular utama di Indonesia
Pada tanggal 1
Maret 2007 STT menjual kepemilikan saham Indosat sebesar 25% di Asia Holdings
Pte. Ltd. ke Qatar Telecom.
Pada 31 Desember
2008, saham Indosat dimiliki oleh Qatar telecom Q.S.C. (Qtel) secara tidak
langsung melalui Indonesia Communication Limited (ICLM) dan Indonesia
Communications Pte Ltd (ICLS) sebesar 40,81%, sementara Pemerintah Republik
Indonesia dan Publik memiliki masing-masing 14,29% dan 44,90%.
Pada tahun 2009
Qtel memiliki 65% saham Indosat melalui tender offer (memiliki tambahan 24,19%
saham seri B dari publik).
Pada tanggal 25 mei
2011 di Ritz Carlton – Pacific Place, Jakarta, launching Indosat Mobile.
Layanan
Berdasarkan data
tahun 2009, Indosat menguasai 22,7% pasar
operator telepon seluler GSM (yakni melalui Matrix, Mentari dan IM3). Indosat
juga memberikan layanan BlackBerry Pascabayar/Prabayar serta layanan Broadband
3.5G untuk akses internet mobile berkecepatan
Jasa Selular
dan Broadband 3.5G
§ Matrix Auto, layanan selular
pasca bayar yang dapat diisi ulang, kombinasi dari manfaat layanan pasca bayar
dan pra-bayar
§ i-Games,
i-Ring, i-Go, i-Menu , Layanan nilai tambah untuk pengguna layanan selular dengan
berbagai pilihan fitur
Jasa Telepon Tetap
§ StarOne (prabayar dan
pascabayar), Layanan komunikasi tetap nirkabel dengan tarif pascabayar dan
prabayar berbasis teknologi CDMA.
§ IDD
001, Layanan sambungan internasional langsung ke seluruh
belahan dunia tanpa melalui operator (premium)
§ IDD
008, Layanan sambungan internasional langsung ke seluruh
belahan dunia tanpa melalui operator (tarif hemat)
§ Indosat
Flat Call 01016, Layanan hubungan internasional
dengan tarif hemat ke semua negara berbasis Voice over Internet Protocol (VoIP)
§ Indosat
Phone (iPhone), layanan telepon tetap domestik dan
internasional berbasis kabel untuk komunikasi data, suara dan video dengan
kualitas prima
Jasa MIDI (Multimedia, Komunikasi
Data dan Internet)
Untuk kebutuhan
korporasi yang lebih kompleks, Indosat menyediakan solusi total yang terintegrasi,
sehingga seluruh kebutuhan perusahaan dalam berbagai kegiatan dapat terlayani.
Layanan korporasi ini meliputi:
§ IPLC
(International Private Leased Circuit) & DPLC (Domestic Private
Leased Circuit), Layanan koneksi sirkit point to point
§ Frame
Relay & ATM (Asynchronous Transfer Mode), fleksibilitas pengiriman
data yang bersifat bursty
§ INP
(Internet Network Provider), akses internet global
§ IDIA
(Indosat Dedicated Internet Access), membuat jaringan pribadi melalui
paket data
§ INIX
(Indosat National Internet Exchange)
§ MPLS (Multi-Protocol Label Switching) Based
Services, layanan terbaru berbasis jaringan Metro Ethernet dengan teknologi
MPLS
§ Satellite Services,
solusi layanan broadcast nasional danm internasional
§ DRC (Disaster Recovery Center), Layanan keamanan data
Kantor
Pelayanan Indosat
Kantor Indosat Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 39 Medan
Indosat
yang bergerak dalam bidang telekomunikasi dan informasi di Indonesia memberikan
kemudahan bagi para pelanggannya untuk pertanyaan seputar telekomunikasi
(seluler, SLI, dll), pengaduan, panduan berlangganan, pembelian kartu perdana
prabayar GSM/ CDMA/ kartu prabayar internet/ voucher isi ulang, dan/ atau
pembayaran tagihan, dll langsung di tempat. Indosat menyediakan kantor
pelayanan Indosat yaitu Galeri Indosat yang sudah banyak
tersedia di hampir seluruh wilayah Indonesia. Galeri Indosat tersebar di
berbagai regional di seluruh Indonesia, seperti regional Jabodetabek &
Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali Nusra, Sumatera Utara,
Sumatera Selatan, Kalimantan dan Sulampapua.
Anak perusahaan
Anak perusahaan sekarang
§ PT
Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta)
§ PT Indosat Mega Media (Indosat M2)
Bekas anak perusahaan
Anak perusahaan yang
telah dimerger
§ PT Satelit Palapa Indonesia
(Satelindo)
§ PT Indosat Multimedia (Indosat M3)
Anak perusahaan yang telah dilepas
§ PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) merupakan
sebuah Perusahaan yang juga dimiliki oleh PT. Telekomunikasi Indonesia dan SingTel, Singapura
Lain-lain
§ Lintasarta, layanan jaringan komunikasi data dan internet
dedicated
§ Indosat M2, layanan internet, Wi-Fi, dan HotSpots
Galeri Logo
Lambang Lama Indosat hingga 2005. Sejak 2005, lambang ini telah
digantikan dengan logo baru Indosat yaitu Techno Flower
Logo Indosat Techno Flower (2005-sekarang)
Rencana akuisisi StarOne oleh Telkom Indonesia
Menteri BUMN Dahlan Iskan, memberikan restu
kepada PT Telekomunikasi
Indonesia Tbk (Telkom) untuk mengakuisisi unit usaha
Fixed Wireless Access (FWA) StarOne milik PT Indosat Tbk
untuk disinergikan dengan usaha sejenis Flexi.
Menurutnya, sejauh
akuisisi tersebut bagus untuk kemajuan perseroan dan bisa dipertanggungjawabkan
dan tidak ada masalah, silahkan. Beliau juga menambahkan bahwa Pemerintah tidak
menyuruh dan tidak pula melarang. Sepanjang itu tujuannya untuk meningkatkan
kinerja perusahaan dan dapat dipertanggungjawabkan oleh manajemen. Dahlan juga
mempersilahkan Telkom untuk menjalankan aksi korporasi yang bertujuan memacu
pertumbuhan organiknya dan rencana akuisisi merupakan bagian dari aksi
korporasi, sehingga diserahkan sepenuhnya kepada manajemen.
Executive GM Flexi
Mas`ud Khamid, menambahkan jika nantinya Flexi dapat mengakuisisi StarOne
diyakini akan memuluskan langkah Flexi bermain pada layanan mobile broadband.
Corporate Social Responsibility (CSR)
Sebagai bentuk komitmen Indosat dalam meningkatkan kesejahteraan
hidup masyarakat, Indosat telah melaksanakan berbagai progam yang kami harapkan
dapat meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia untuk menjadi lebih baik.
Corporate Social Responsibility yang kami lakukan tidak terbatas hanya pada pengembangan dan peningkatan kualitas masyarakat pada umumnya, namun juga menyangkut tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Kepedulian terhadap pelanggan, pengembangan Sumber Daya Manusia, mengembangkan Green Environment serta memberikan dukungan dalam pengembangan komunitas dan lingkungan sosial. Setiap fungsi yang ada, saling melengkapi demi tercapainya CSR yang mampu memenuhi tujuan Indosat dalam menerapkan ISO 26000 di perusahaan.
Corporate Social Responsibility yang kami lakukan tidak terbatas hanya pada pengembangan dan peningkatan kualitas masyarakat pada umumnya, namun juga menyangkut tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Kepedulian terhadap pelanggan, pengembangan Sumber Daya Manusia, mengembangkan Green Environment serta memberikan dukungan dalam pengembangan komunitas dan lingkungan sosial. Setiap fungsi yang ada, saling melengkapi demi tercapainya CSR yang mampu memenuhi tujuan Indosat dalam menerapkan ISO 26000 di perusahaan.
Penerapan CSR Indosat mencakup 5 inisiatif, yang dilakukan secara
berkesinambungan yaitu:

1.
Organizational Governance
Penerapan tata kelola Perusahaan terbaik termasuk mematuhi
regulasi dan ketentuan yang berlaku, berlandaskan 5 prinsip: transparansi,
akuntabilitas, pertanggungjawaban, interpendensi dan kesetaraan.
2.
Consumer Issues
Menyediakan dan mengembangkan produk dan jasa telekomunikasi yang memberikan manfaat luas bagi pemakainya, layanan yang transparan dan terpercaya.
Menyediakan dan mengembangkan produk dan jasa telekomunikasi yang memberikan manfaat luas bagi pemakainya, layanan yang transparan dan terpercaya.
3.
Labor Practices
Mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara Perusahaan dan karyawan serta pengembangan sistem, organisasi dan fasilitas pendukung sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Perusahaan.
Mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan antara Perusahaan dan karyawan serta pengembangan sistem, organisasi dan fasilitas pendukung sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi Perusahaan.
4.
Environment
Mengembangkan budaya Peduli lingkungan termasuk upaya-upaya nyata untuk mengurangi penggunaan emisi karbon dalam kegiatan perusahaan.
Mengembangkan budaya Peduli lingkungan termasuk upaya-upaya nyata untuk mengurangi penggunaan emisi karbon dalam kegiatan perusahaan.
5.
Community Involvement
Ikut mengembangkan kualitas hidup komunitas dalam hal kualitas pendidikan sekolah dan olahraga, kualitas kesehatan, serta ikut serta dalam mendukung kegiatan sosial komunitas termasuk bantuan saat bencana/musibah.
Ikut mengembangkan kualitas hidup komunitas dalam hal kualitas pendidikan sekolah dan olahraga, kualitas kesehatan, serta ikut serta dalam mendukung kegiatan sosial komunitas termasuk bantuan saat bencana/musibah.
CSR Goal Indosat
Program CSR di tahun 2008 memiliki tema khusus “Indosat Cinta Indonesia”, yang kemudian pada tahun 2009, tema CSR Indosat berkembang menjadi “Satukan Cinta Negeri” sebagai bentuk refleksi komitmen dan tanggung jawab Indosat sebagai perusahaan di Indonesia yang Peduli atas kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, serta upayanya untuk senantiasa berkarya, memberikan manfaat, serta mengajak peran serta seluruh stakeholder untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik, yang merupakan terjemahan dari keinginan masyarakat pada umumnya untuk terlibat secara aktif dalam berbagai program sosial Indosat.
Risiko-Risiko yang berkaitan dengan Indonesia
Kami didirikan di Indonesia dan sebagian besar bisnis, aset
dan pelanggan kami berada di Indonesia. Oleh karena itu, kondisi politik,
ekonomi, hukum dan sosial di Indonesia di masa mendatang, serta
tindakan-tindakan dan kebijakankebijakan tertentu yang mungkin, atau mungkin
tidak diambil atau diadopsi oleh Pemerintah dapat memberikan dampak yang
negatif bagi bisnis, keadaan keuangan, hasil
usaha dan prospek kami.Perubahan ekonomi dalam negeri,
regional atau global dapat memberikan dampak negatif bagi bisnis kami.Krisis
ekonomi yang mempengaruhi Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dari pertengahan
tahun 1997 telah mempengaruhi Indonesia, antara lain, terjadinya depresiasi
mata uang, pertumbuhan ekonomi yang negatif, tingkat suku bunga yang tinggi,
kerusuhan sosial dan
perkembangan politik yang luar biasa. Keadaan-keadaan ini
memberikan dampak yang sangat negatif bagi bisnis di Indonesia, termasuk
memberikan dampak yang negatif bagi kualitas dan pertumbuhan basis pelanggan
dan pemberian layanan kami, yang bergantung pada kesehatan ekonomi Indonesia
secara keseluruhan. Selain itu, krisis ekonomi
telah mengakibatkan banyak perusahaan-perusahaan di
Indonesia tidak dapat memenuhi kewajiban hutangnya. Banyak
perusahaan Indonesia yang masih belum benar benar pulih dari krisis ekonomi,
dan masih dalam proses restrukturisasi hutang mereka atau terlibat dalam
sengketa yang timbul sebagai akibat dari wanprestasi atas kewajiban
hutang tersebut. Pada awal 2008, krisis keuangan global yang
sebagian dipicu oleh krisis subprime
mortgage di Amerika Serikat telah
menyebabkan runtuhnya beberapa lembaga keuangan
besar di negara tersebut dan dengan cepat berkembang menjadi
krisis kredit global. Kegagalan bank di Amerika Serikat diikuti oleh kegagalan
beberapa bank Eropa dan menurunnya indeks saham di berbagai bursa efek, dan
rontoknya harga pasar saham dan komoditas di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Selain itu, sejak 2010, krisis hutang luar negeri di Eropa, telah menimbulkan
perhatian mengenai kemampuan dari sejumlah negara Eropa, termasuk Yunani,
Irlandia, Italia, Portugal dan Spanyol, untuk terus memenuhi kewajiban hutang
luar negeri mereka. Kondisi-kondisi ini dapat meperburuk keadaan
ekonomi di Eropa dan seluruh dunia. Penurunan ekonomi dunia
telah secara negatif mempengaruhi keadaan ekonomi Indonesia, yang mengakibatkan
kemunduran dalam pertumbuhan ekonomi, menurunnya konsumsi rumah tangga dan
melemahnya investasi yang diakibatkan hilangnya permintaan dari luar dan
meningkatnya ketidakpastian dalam dunia ekonomi. Kondisi-kondisi ini telah dan
mungkin terus berlangsung sehingga berdampak negatif bagi bisnis dan konsumen
Indonesia, yang dapat mengakibatkan berkurangnya permintaan untuk jasa
telekomunikasi.Gejolak harga minyak dan kemungkinan berkurangnya persediaan
makanan dapat pula menyebabkan penurunan perekonomian di banyak negara,
termasuk Indonesia. Penurunan tingkat perekonomian Indonesia dapat pula
menyebabkan timbulnya wanprestasi oleh para debiturdebitur
Indonesia dan dapat menyebabkan dampak negatif terhadap kegiatan bisnis,
kondisi keuangan dan hasil dari kegiatan operasional dan prospek kami.
Pemerintah terus mengalami defisit fiskal dalam jumlah besar dan hutang luar
negeri yang tinggi. cadangan mata uang
asing Pemerintah dalam jumlah yang rendah dan melemahnya sektor perbankan yang
diakibatkan oleh tingginya kredit macet. Tingkat inflasi yang tinggi di
Indonesia juga dapat menyebabkan berkurangnya jumlah pendapatan yang dibelanjakan
oleh konsumen atau
menyebabkan berkurangnya daya beli konsumen, yang dapat
mengurangi permintaan untuk jasa telekomunikasi, termasuk jasa kami.
Pencapaian Kinerja Perusahaan
KINERJA PERUSAHAAN DI KUARTAL PERTAMA (Q1) 2010
Laba Bersih Melonjak 139,2% - Pelanggan Seluler Capai 39,1 Juta
Laba Bersih Melonjak 139,2% - Pelanggan Seluler Capai 39,1 Juta
Indosat baru saja mengumumkan beberapa ikhtisar penting atas hasil
pencapaian operasional dan keuangan yang tidak diaudit untuk periode yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2010. Laporan keuangan telah disajikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.
Secara garis besar, beberapa indikator utama kinerja perusahaan
untuk memberikan gambaran pencapaian perusahaan selama tiga bulan pertama di
tahun 2010 antara lain adalah Pendapatan Usaha perusahaan sebesar Rp 4.730,9
milyar pada TW1-10, yang tumbuh sebesar Rp 114 milyar (TW1-09 Rp 4.616,9
milyar) atau 2,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan usaha juga didukung oleh penambahan pelanggan sebesar
17,6%, dari 33,3 juta di TW1-09 menjadi 39,1 juta di TW1-10. Saat ini Indosat
terus berupaya menjaga pertumbuhan pendapatan usaha terkonsolidasi dengan
memberikan pertumbuhan pada ketiga segmen bisnis yang meliputi seluler, MIDI
(data tetap) dan telekomunikasi tetap (telepon tetap).
Pengumumkan ikhtisar utama tidak diaudit ini bersamaan dengan
pengumuman oleh Qatar Telecom Q.S.C. (“Qtel”) sebagai Induk perusahaan Indosat
atas hasil pencapaian untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2010. Sebagai
pemegang saham mayoritas Indosat, Qtel mengkonsolidasikan hasil pencapaian
Indosat secara menyeluruh dalam laporan keuangannya. Selain itu, Indosat juga
sedang melakukan penelaahan terbatas atas laporan keuangan triwulan I 2010 yang
diperkirakan akan selesai dan diumumkan hasilnya pada tanggal 10 Mei 2010.
Indosat akan melaksanakan conference call dengan para analis dan investor pada
minggu kedua bulan Mei.
Indosat akan terus melihat perbaikan yang berkelanjutan, baik
dalam parameter operasional maupun dalam parameter keuangan pada kuartal
pertama tahun 2010 dengan pertumbuhan yang kuat pada pendapatan usaha dan
pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berlanjutnya
pencapaian operasional dan keuangan dari bisnis Indosat merupakan bukti
keberhasilan strategi yang berimbang.
Perusahaan memperoleh tambahan 5,98 juta pelanggan selular di TW1
2010 meskipun dinamika musiman yang biasanya menghambat kinerja pada setiap
kuartal pertama tahun berjalan. Perusahaan melihat hal ini sebagai awal yang
baik untuk Indosat dalam mengawali tahun, dan terus bekerja keras untuk
memastikan Indosat memberikan nilai yang lebih baik untuk para pelanggan dan
stakeholder perusahaan.
Langganan:
Komentar (Atom)





